SEBAB SEBAB KEHANCURAN UMAT
Pembaca yang budiman! Lembaran kita kali ini akan membicarakan tentang sebab
sebab mengapa Allah subhanahu wata’ala menghancurkan penduduk sebuah
negeri dan bahkan sebuah umat. Mengapa mereka dihancurkan? Apakah Allah
subhanahu wata’ala berbuat zhalim kepada mereka? Tidak sama sekali, bahkan
itulah balasan kezhaliman yang mereka lakukan. Allah subhanahu wata’ala
befirman, artinya,
"Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri
mereka sendiri." (QS. Huud:101)
Berikut ini di antara sebab-sebab mengapa sebuah negeri atau umat di hancurkan.
Jika di suatu tempat telah tampak sebab-sebab ini maka artinya mereka sedang
menunggu kebinasaan dan kehancuran dari Allah subhanahu wata’ala
1. Kezhaliman
Kezhaliman merupakan sebab paling dominan mengapa Allah subhanahu wata’ala
menghancurkan sebuah negeri. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang
berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras."
(QS Huud:102)
Amat banyak kezhaliman yang terjadi di suatu negeri atau kampung, kezhaliman
kepada Allah subhanahu wata’ala, kezhaliman terhadap sesama manusia
antara satu dengan yang lainnya. Berapa banyak kezhaliman yang terjadi di suatu
negara, baik terhadap orang-orang kecil, para pegawai, buruh dan warga negara
yang mereka semua tidak mampu untuk mendapatkan sebagian hak-haknya, apa lagi
keseluruhan haknya. Dan di antara kezaliman yang sangat besar adalah kezhaliman
terhadap orang-orang mukmin, muwahidin, kepada para da'i yang menyeru ke jalan
Allah, kepada para wali Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
artinya,
"Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim,
dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka." (QS. al-Kahfi:
59)
2. Kemegahan Hidup Dan Nikmat Yang Melimpah
Di masa ini kita melihat banyak orang berpakaian mewah, tinggal di istana-istana
dan gedung megah, naik kendaraan mewah, dengan perabotan rumah yang serba lux
yang hampir-hampir tidak bisa dinalar. Padahal berapa banyak kemewahan yang
menyeret manusia ke dalam dosa, maksiat dan kefasikan. Sampai-sampai orang
menjadi lupa kepada agama Allah subhanahu wata’ala dan perintah-Nya,
hanya lantaran tinggal di rumah mewah, naik kendaraan mewah. Tidak senang dan
tidak mau menerima nasihat jika ada orang lain yang beramar ma'ruf nahi munkar.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada
orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (untuk mentaati Allah) tetapi mereka
melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap
nya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu
sehancur-hancurnya." (QS. Al Israa': 17)
3. Kufur Nikmat
Sebagian orang ada yang jika diberikan nikmat oleh Allah subhanahu wata’ala
maka dia tidak mau bersyukur, Allah subhanahu wata’ala memberi nikmat
namun dia melupakan hak-hak Allah subhanahu wata’ala yang ada dalam
nikmat tersebut. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, "Dan
Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman
lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,
tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan
kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka
perbuat." (QS. An-Nahl:112)
Kelaparan dan ketakutan adalah dua hal yang selalu berdampingan, manusia jika
kufur nikmat lalu Allah subhanahu wata’ala menimpakan kepada mereka
kelaparan dan mereka tidak mau kembali kepada Allah subhanahu wata’ala
maka Dia akan menimpakan ketakutan. Demikian juga jika mereka sudah ditimpa
ketakutan, hilangnya rasa aman dan ketenangan namun tetap tidak mau kembali
kepada Allah subhanahu wata’ala maka Dia timpakan kepada mereka kelaparan.
4. Banyak Orang Munafik
Salah satu sebab hancurnya umat adalah karena banyaknya orang munafik yang
memegang urusan kaum muslimin. Orang munafik adalah orang yang menampak kan
Islam namun memendam kekufuran, memerangi wali-wali Allah, para da'i di jalan
Allah, para ulama dan orang-orang yang istiqamah menjalankan agama. Allah
subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka
bumi". Mereka menjawab, "Sesungguh nya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan". (QS. Al-Baqarah:11)
Mereka mengaku sedang melakukan perbaikan, sebagian dari mereka berkata
sebagaimana yang dikatakan Fir'aun kepada pengikutnya, dalam firman Allah,
artinya, "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada
Rabbnya, karena sesungguhnya aku khawatir ia akan menukar agama-agamamu atau
menimbul kan kerusakan di muka bumi". (QS Ghafir:26)
5. Berwala' (Setia) Kepada Kaum Kufar
Memberikan wala' (loyalitas) kepada orang kafir dan tidak bersikap setia kepada
orang mukmin masih banyak terjadi di masyarakat. Mereka setia kepada musuh-musuh
Allah dan bangga dapat membantu serta menolong mereka. Allah subhanahu
wata’ala berfirman,
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang
lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah
diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan
kerusakan yang besar." (QS. Al-Anfal: 173)
Maksudnya jika orang mukmin tidak berwala' dengan orang mukmin, tidak berwala
dengan penyeru penyeru kebaikan, tidak berwala' dengan ahli ilmu dan ahli takwa,
maka itu akan menyebabkan fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.
6. Meninggalkan Amar Ma'ruf Dan Nahi Munkar
Sesungguhnya di antara sebab hancur nya umat adalah karena meninggalkan amar
ma'ruf nahi munkar. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman, artinya,
"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa
orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat
keras siksaan-Nya." (al-Anfal 25)
Hal ini sebagaimana digambarkan dalam hadits tentang safinah (perahu), yakni
jika ada seseorang yang ingin mengambil air dengan cara melobangi perahu, lalu
penumpang yang lain tidak mencegahnya, maka seluruh penumpang perahu akan
tenggelam semua, bukan hanya orang yang melobangi perahu. Memang terkadang
banyak alasan untuk meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar. Misalnya, "nanti saya
tidak punya penghasilan, saya khawatir keluarga dan rumah, saya malu untuk
berbicara, ini urusan ulul amri (penguasa), ini dan itu."
7. Menyebarnya Riba
Jika riba sudah merajalela di suatu negeri maka ketahuilah -wahai sekalian hamba
Allah- itu hanya tinggal menunggu peperangan dari Allah subhanahu wata’ala.
Adzab dari Allah subhanahu wata’ala mungkin berupa krisis, kelaparan ,
hutang, dikuasai musuh, bencana dan lain-lain. Allah subhanahu wata’ala
berfirman, artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa
riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu
tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan
Rasul-Nya akan memerangi mu." (QS. al-Baqarah:278-279)
8. Penghacuran Masjid
Di antara sebab hancurnya sebuah negeri adalah jika masjid-masjid dirobohkan.
Merobohkan masjid sebagaimana dikatakan Imam asy-Syaukani ada dua macam:
1. Takhribul hissi , yakni merobohkan masjid secara fisik.
2. Takhribul ma'nawi, yakni menelantarkan dari tujuan dibangunnya masjid,
tidak ada kajian, ta'lim, muhadharah, digembok setiap saat, orang dilarang masuk
dan lain-lain. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi
menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya?
Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan
rasa takut (kepada Allah)." (QS. al-Baqarah: 114)
9. Meninggalkan Jihad
Bagaimana tidak, sebab meninggalkan jihad fi sabilillah artinya membiarkan
kerusakan di muka bumi tanpa mau mencegahnya, tidak mau menolong agama Allah
subhanahu wata’ala dan al-Haq. Maka jelas sekali jika tidak ada jihad,
kerusakan dan keburukan akan terus bercokol. Lihatlah bagaimana akibat
meninggalkan jihad, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Jika kalian asyik berjual beli dengan 'inah (satu jenis riba), mengikuti
ekor-ekor sapi (bertani dan beternak) lalu meninggalkan jihad fi sabilillah maka
Allah akan menguasakan kepadamu kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian
kembali kepada agama kalian." (HR. Abu Dawud)
10. Menyebarnya Kekejian
Bentuk-bentuk perbuatan keji amatlah banyak, di antara yang disebutkan dalam
hadits adalah khabats (perzinaan), dan ini yang sangat mengkhawatirkan,
juga minuman keras, alat-alat musik dan kemungkaran-kemungkaran lainnya. Dalam
sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah meyebutkan beberapa
kemungkaran beserta akibatnya, di antaranya adalah:
1. Tidaklah tersebar perzianaan kecuali Allah akan menurunkan tha'un dan
penyakit aneh yang tidak pernah ada di masa lalu.
2. Tidaklah manusia mengurangi timbangan dan takaran (termasuk riba, menipu
dalam jual beli dll) kecuali Allah akan menimpakan paceklik (kelaparan)
kekurangan makanan pokok dan penguasa yang buruk (zhalim).
3. Tidaklan manusia menahan zakatnya kecuali Allah akan menahan turunnya air
hujan dari langit, kalau bukan karena binatang ternak maka Allah tidak akan
menurunkannya.
4. Tidaklah mereka merusak janji dengan Allah dan Rasul kecuali Allah akan
menguasakan mereka kepada musuh. (Kholif Abu Ahmad)
Sumber :
S